Mitos Mengenai Obat Dan Kosmetik Kecantikan

Sebagaimana makanan, obat dan kosmetik sering menjadi mitos bagi beberapa orang dan makin menjadi sebuah kebiasaan. Pada masa lalu tidak jarang orang ingin tetap cantik meskipun dalam kondisi tidur. Mereka merias wajah supaya tetap menawan dalam keadaan tidur. Padahal ketika tidur, kulit butuh bernapas dengan sempurna. Salah satunya dengan membebaskan kulit dari bentuk riasan apa pun. Sisa kosmetik dapat menyumbat pori-pori kulit dan menjadi salah satu penyebab jerawat. Sebaiknya, segera membersihkan wajah dari make up ketika sudah tidak beraktivitas. Biarkan wajah dalam kondisi segar alami serta bersih sehingga pori-pori kulit tidak tersumbat dan kulit bisa bernapas dengan baik.  Baca juga macam macam antibiotik untuk ibu hamil. Make up juga akan meningkatkan suhu kulit sehingga penguapan akan terjadi lebih cepat. Akibatnya, kulit menjadi relatif cepat kering.

kosmetik kecantikan

Tidak banyak yang mengetahui bahwa ada batasan penggunaan kosmetik. Bahkan, tidak sedikit yang masih mengenakan kosmetik dari beberapa tahun yang lalu. Meskipun tidak dikonsumsi melalui saluran cerna, produkkosmetikjuga mempunyai bataswaktu penggunAan. Pada batas waktu tertentu, bahan kimia yang terkandung di dalaaanya dapat mengalami reaksi dengan senyawa kimia alam atau dapat berjamur. Kosmetik yang sudah mengalami perubahan kondisi Jika terus digunakan akan dapat membahayakan sel kulit. Saat ini perusahaan kosmetik sudah secara ketat memberikan batas kedaluwarsa pada kemasan atau wadah kosmetik sehingga konsumen dapat meneliti sebelum membeli. Sebaiknya, kosmetik yang sudah kedaluwarsa tidak digunakan lagi. Efektivitasnya sudah sangat berkurang atau justru membahayakan. Terkadang, perusahaan-perusahaan kosmetik tidak secara gamblang mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Mereka hanya menuliskan 12 M atau 24 MK, yang artinya bahwa batas waktu penggunaannya hanya 12 bulan atau 24 bulan, setelah melewati batas itu berarti produk tersebut sudah kedaluwarsa.

Hal ini tidak sepenuhnya benar. Jika seseorang mengenakan make up secara proporsional dan tepat, akan membuatnya terlihat lebih awet muda. Make up seperti alas bedak, bedak, dan pelembap mempunyai kandungan bahan-bahan yang dibutuhkan kulit. Pelembap dapat membantu menjaga kelembapan kulit. Alas bedak dan bedak selain sudah mengandung tabir surya, secara alamijuga mampu mengurangi intensitas paparan langsung sinar matahari pada kulit. Warna bedak dan alas bedak secara otomatis sudah menjadi tabir surya sehingga mengurangi terjadinya efek penuaan akibat sinar matahari.

Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa sebaiknya cukup berbedak tanpa menggunakan alas bedak dan pelembap agar wajah sehat alami. Pendapat ini juga tidak sepenuhnya benar karena pelembap dan alas bedak justru memberikan perlindungan kulit, mencegah kekeringan, memberikan proteksi dari paparan sinar matahari dan polutan. baca ulasan ibu hamil menarik disini.

Tidak sedikit yang menganggap bahwa penggunaan pelembap dapat menyebabkan iritasi pada wajah. Hal ini tentu saja tidak benar, pelembap justru melindungi wajah dari masalah. Beberapa pelembap mempunyai kandungan senyawa kimia tertentu yang menyebabkan ketidakcocokan pada beberapa individu. Namun, tidak berarti seseorang harus menghindari pelembap. Pelembap memberikan efek melembapkan kulitsehingga tidak mudah mengelupas dan menjaga kadar air dalam kulit. Pelembap akan membuat wajah menjadi lebih awet muda. Selain itu, pelembap sebagian besar mengandung tabir surya sehingga mampu melindungi kulit dari efek sinar ultraviolet yang merusak. Jika seseorang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas disarankan untuk selalu mengenakan pelembap sebelum memoleskan make up karena dapat menjaga kadar air pada kulit. Lalu bagaimana dengan kondisi kulit berminyak? Sebaiknya, pelembap tetap dikenakan yang disesuaikan dengan jenis kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *